Utang Pemerintah Bertambah Melebihi Defisit APBN

Banyak pihak kaget atas rencana besarnya defisit dalam Perpres nomer 54 yang merivisi APBN 2020 pada awal April lalu.

Awalil Rizky

Oleh: Awalil Rizky
(Kepala Ekonom Institut Harkat Negeri)



Barisannews.com - Banyak pihak kaget atas rencana besarnya defisit dalam Perpres nomer 54 yang merivisi APBN 2020 pada awal April lalu. Belum selesai kaget dan diskusinya, direvisi lagi dengan Perpres nomer 72 yang menambah defisit menjadi lebih lebar. 

Sebagian mereka yang kaget telah membayangkan utang pemerintah akan bertambah sebesar defisit itu. Pemahaman umumnya, defisit akan diatasi atau dibiayai dengan berutang. Oleh karena Perpres nomer 72 merencanakan defisit hingga Rp1.039,22 triliun, maka maka utang pemerintah akan mencapai Rp5.818,5 triliun pada akhir tahun 2020.


Mereka akan lebih kaget jika mengerti bahwa utang pemerintah dipastikan bertambah melebihi defisit APBN. Dokumen APBN, termasuk Perpres tadi, telah merencanakannya dengan istilah “pembiayaan utang”.     

Defisit APBN artinya total belanja negara melampaui pendapatan negara selama setahun anggaran. Tata cara akuntansi APBN membedakan antara Belanja dengan Pengeluaran. Pengeluaran memiliki arti yang lebih luas. Mencakup pula apa yang dikenal sebagai pembiayaan yang bersifat pengeluaran. 

Belanja hanya mencakup pengeluaran yang bersifat sekali habis, tanpa “hak tagih” setelahnya kepada pihak lain. Belanja barang berarti selesai setelah menerima barangnya. Membayar gaji pegawai berarti selesai dengan menerima jasanya. Memberi bantuan sosial tidak membuat si penerima memiliki utang kepada Pemerintah. Bahkan, jenis belanja modal pun demikian, karena pengertian modal lebih merujuk kepada bentuk dan lamanya umur barang saja. 

Belanja Negara tahun 2020 semula direncanakan sebesar Rp2.540,42 triliun oleh APBN yang ditetapkan Agustus tahun lalu, dan telah dijalankan sejak 1 Januari. Sebagai antisipasi dan mitigasi dampak Pandemi covid-19, Perpres 54 tanggal 3 April mengubahnya menjadi Rp2.613,72 triliun. Diubah lagi oleh Perpres 72 tanggal 24 Juni menjadi Rp2.739,17 triliun. 

Pengeluaran selain belanja, antara lain investasi Pemerintah kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kepada Badan Layanan Umum (BLU). Ada beberapa lagi jenis pembiayaan yang bersifat pengeluaran. Berbeda dengan belanja, pengeluaran jenis ini menimbulkan “hak tagih” di kemudian hari. Investasi berarti kepemilikan, yang bisa saja dilepas atau dijual nantinya. Memberi pinjaman, misal kepada Pemerintah Daerah atau Lembaga, akan memperoleh pengembalian pada waktunya. 

Dengan penalaran serupa, APBN membedakan Pendapatan dengan Penerimaan. Pendapatan merupakan penerimaan tanpa “kewajiban bayar” di kemudian hari. Penerimaan pajak penghasilan dan cukai tembakau, tidak membuat kewajiban bayar. Begitu pula penerimaan Sumber Daya alam. 

Pendapatan Negara tahun 2020 tadinya ditargetkan sebesar Rp2.233,20 triliun dalam APBN. Akibat Pandemi, target diturunkan drastis menjadi Rp1.760,88 triliun dalam Perpres nomer 54, dan direvisi lagi menjadi Rp1.699,95 triliun dalam Perpres nomer 72.

Penerimaan terbesar selain pendapatan adalah penerimaan utang secara neto. Neto artinya utang baru yang diperoleh setelah dikurangi pembayaran utang lama. APBN menyebutnya “Pembiayaan utang”, yang dicatat dalam bagan Pembiayaan Anggaran. Penerimaan ini menimbulkan kewajiban di kemudian hari, yaitu membayar atau melunasinya. 

Pembiayaan utang tahun 2020 direncanakan oleh APBN sebesar Rp351,85 triliun. Melonjak menjadi Rp1.760,88 triliun dalam Perpres nomer 54. Bertambah lagi menjadi Rp1.699,95 triliun dalam Perpres nomer 72. Besaran ini merupakan rencana tambahan utang secara neto melalui pengelolaan APBN.

Pembiayaan utang itu telah memperhitungkan upaya lain untuk meningkatkan penerimaan melalui pos pembiayaan lainnya. Yang terbesar adalah memakai “simpanan” dalam rekening negara sebesar Rp70,64 triliun. Diambil dari simpanan yang disebut Sisa Lebih Anggaran (SAL), yang merupakan akumulasi sisa lebih pembiayaan anggaran dari tahun ke tahun. 

SAL tidak selalu dipakai pada tiap tahun anggaran. Harus ditetapkan dalam APBN, artinya dengan persetujuan DPR. Pemakaian dalam kondisi normal biasanya hanya di kisaran 15 sampai dengan 25 triliun.

Kembali pada topik utama, cukup jelas bahwa tambahan utang yang direncanakan APBN (Perpres 72) bukan sebesar defisit (Rp1.039,22 triliun). Melainkan sebesar pembiayaan utang yang mencapai Rp1.220,46 triliun. 

Apakah posisi utang (outstanding) pada akhir tahun 2020 akan bertambah sebesar itu dibandingkan posisi akhir tahun 2019? Tidak demikian juga. Ada faktor lain, yaitu penguatan atau pelemahan kurs rupiah antara dua tanggal posisi tersebut dinyatakan. 

Sebagaimana umum diketahui, sebagian utang Pemerintah merupakan utang dalam mata uang asing. Porsinya mencapai 38% (Rp1.809,62 triliun) dari total utang (Rp4.779,28 triliun) pada akhir 2019. Sekitar 90 persennya adalah dalam dolar Amerika. Padahal, posisi utang dinyatakan dalam rupiah. 

Meski tidak semua utang berupa dolar, sebagai penyederhanaan karena dominasinya, kita dapat memperkirakan pengaruh faktor ini berdasar kursnya. Kurs rupiah yang dipakai saat mencatat posisi utang pada akhir Desember 2019 adalah Rp13,901 per dolar. Sementara ini, Bank Indonesia menargetkan kurs akhir tahun 2020 di kisaran Rp15.000.

Prakiraan secara teknis faktor ini hanya berpengaruh atas nilai utang terdahulu. Utang yang diperoleh tahun 2020 telah otomatis terhitung. Jika kurs akhir tahun 2020 sebesar Rp15.000, maka rupiah melemah 7,91%. Utang pun bertambah karena faktor ini sebesar Rp195,27 triliun.

Dengan perhitungan demikian, maka posisi utang pemerintah akhir 2020 akan bertambah dari pembiayaan utang (Rp1.220,46 triliun) dan dari pelemahan kurs (RP195,27 triliun). Menjadi sebesar Rp6.195,01 triliun.

Tentu realisasi masih menunggu hingga waktunya nanti. Penulis menduga akan lebih besar dari itu. Defisit dan kemudian pembiayaan utang masih mungkin lebih besar dari target Perpres 72. Kurs rupiah yang kini sekitar Rp14.500, masih mungkin melampaui Rp15.000 pada akhir tahun. 

Penulis mengakui bahwa penambahan utang memang diperlukan dalam rangka mitigasi dampak ekonomi dari pandemi covid-19. Namun tentang akan bertambah sebesar itu, perlu penjelasan yang lebih detil dan terbuka kepada publik. Penalaran kebijakan pun perlu diutarakan secara lebih jelas untuk apa dan bagaimananya. 

Penulis merasa terlalu banyak “iklan” dalam bahan paparan tentang kebijakan, yang sebenarnya berubah-ubah dalam waktu singkat. Publik butuh penalaran yang lebih jelas dan bertanggungjawab, serta tidak berubah dalam waktu singkat. Publik juga pantas bertanya-tanya, apa peran DPR dalam penentuan kebijakan selama ini.
Name

100 hari kerja,1,14 hari belajar di rumah,1,14 hari libur sekolah,3,7 Inisiatif Udara Bersih Jakata,1,abdullah hehamahua,1,Abu Nawas,2,adamas belva syah devara,2,Ade Armando,3,agraria,1,agung wibowo,1,agus edi santoso,1,Agus Lennon,1,Ahimsa,1,ahli distribusi pangan,2,ahli hidrologi,2,ahli pangan,1,ahmad supari,1,Ahmad Yani,1,Ahok,4,air hujan,1,air putih,1,aisyah istri rasulullah,2,aksi cepat tanggap (act_ jakarta care line,1,aktivis,2,Aktivis Mahasiswa 1977-1978,1,Aktual,989,akuntabilitas penanganan covid-19,1,al barzanji,1,al ghazali,3,Al-Ghazali,1,alat pelindung diri (apd),4,aldi m alizar,1,ali bin abi thalib,3,alienasi,2,alissa wahid,4,Alumni UGM,2,amalan rasulullah,2,amerika serikat,2,amin rais,1,anak,1,anak buah kapal (abk),1,Anak yatim,2,ananta damarjati,9,anatasia wahyudi,46,andi taufan garuda putra,2,Angkringan,12,angkutan publik,1,Anies Baswedan,150,anthony budiawan,3,Anugerah Jurnalistik,1,apbn,4,aplikasi,1,aplikasi ruangguru,1,Artikel,31,Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI),1,asyariyyah,1,Atta Halilintar,2,Awalil Rizky,52,Babay Parid Wazdi,3,bada kupat,1,Badan Amil Zakat Nasional (Baznas),3,badan pembina ideologi pancasila (bpip),2,badan penyelenggara jaminan sosial (bpjs) kesehatan,1,Badan Usaha Milik Negara (BUMN),5,bahrul ulum,1,Balai Bahasa Jawa Tengah,1,bambang soesatyo,1,bandara halim perdanakusuma,1,bandit,1,banjir,13,banjir demak,1,banjir jakarta,6,banjir surabaya,1,Bank DKI,1,bank dki jakarta,5,bank indonesia,2,Bank Sampah,1,bank syariah,1,Banser,1,bantuan sosial (bansos),6,Barisan Jabar,1,Barisan Jateng,39,Barisan Jatim,3,Barisan Jogja,7,barisan kalimantan,1,Barisan News,1,barisan nusantaa,3,Barisan Nusantara,12,barisan nusantara muda menanam,2,barisan nusantara solo,1,Basket,1,batik semarang 16,1,Baznas (Bazis) DKI Jakarta,9,bekerja di rumah,3,belajar bahasa inggris,1,belajar dari rumah,1,belajar di rumah,1,beta wijaya,11,Betawi,4,bhima yudistira,1,binahong,1,biografi,1,Bioskop Rakyat,1,BJ Habibie,6,buah,1,Budaya,18,buku,1,bulan syaban,2,Bundaran HI,1,bung hatta,1,bunga telang,1,bus akap,1,bus feeder semarang,1,busthomi rifai,5,buya hamka,1,buya yahya,1,Buzzer,7,cabai,1,Cak Nun,2,calon presiden 2020,1,capres 2024,2,Car Free Day (CFD),1,cebong,1,Cerpen,2,Cheng Ho,1,choi pan goreng,1,Christmas Carol,1,cibubur,1,Cinta,1,cipete selatan,1,City 4.0,1,covid-19,106,CPNS,1,cuaca ekstream,1,cuci tangan,1,cukong partai,1,current account,1,daerah,96,dana haji,2,danarto,1,darurat sipil,1,das serayu,1,daun sirih,1,demak,1,Demonstrasi,2,denny ja,1,Denny Siregar,2,Dewan Kesenian,3,dewan kesenian jakarta,1,Dewan Kesenian Semarang,1,dewan masjid indonesia,1,Dewan Pengupahan,1,dewan perwakilan daerah (dpd),1,dialektika,1,dinas bina marga,1,dinas kebudayaan,1,dinas pendidikan,1,dinas sosial,1,Disabilitas,1,Disertasi,2,disinfeksi,2,disinfektan,4,diskusi online,1,ditjen pendidikan islam,1,Djarum Foundation,1,dki jakarta,19,Doa,4,dokter,1,donald trump,1,dongeng utang,3,dprd dki jakarta,3,DPRD Jateng,1,dprd kota semarang,1,dr. sutrisno muslimin,3,drone,1,dua siklon tropis,1,E-Commerce,1,e-ktp,2,Edhie Prayitno Ige,1,Eko Tunas,8,ekonom jalanan,2,Ekonomi,75,ekonomi syariah,1,Entertainment,11,erich fromm,1,Esai,4,esensialisme,1,Fachrul Razi,2,fadjroel rachman,1,fakta,1,family farming,1,farid gaban,1,farouk abdullah alwyni,3,fasisme,1,fatimah,1,Felix Siau,1,Feminisme,1,Festival Teater,2,Film,4,Film The Santri,4,Filsafat,3,filsafat pendidikan,5,filsafat pendidikan islam,1,Flora dan Fauna 2019,1,flu,1,food station,1,forkompimko jakarta timur,1,formula e,1,forum honores kategori 2 indonesia (fhk21) pegawai honorer,1,Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),1,foto,13,fraksi pkb,1,Freeport,1,frijof capra,1,Front Pembela Islam (FPI),3,gamelan,1,Ganjar Pranowo,1,gaya hidup,9,Geisz Chalifah,13,gender,1,generasi milenial,1,Gerakan Ansor Peduli,1,gerakan nasional pengawal ulama,1,gerakan persaudaraan muslim indonesia (gpmi),1,gerakan turun tangan,2,Gereja di Karimun,1,Gereja Katolik Santo Joseph,1,gerhana matahari,1,gerhana matahari cincin,1,germas berkat,1,gojek,1,gopay,1,gosok gigi,1,Gowes,2,Gowes Bareng Anies,2,GP Ansor,4,grab,1,gubernur dki jakarta,1,gugus tugas covid-19,1,Gundala,1,gunung merapi,1,guru,3,guru ngaji,1,gus baha,1,Gus Dur,5,Gus Mus,2,Gus Muwafiq,1,gus sholah,1,gus windu el hasmary,1,gusdurian,2,Habib Luthfi bin Yahya,1,hadits,3,haji,3,hand sanitizer,1,Hari Antikorupsi,1,hari buku nasional,1,hari buruh,1,hari lahir pancasila,1,hari peduli sampah nasional,1,hari pendidikan nasional (hardiknas),1,Hari Pohon Sedunia,1,hari puisi nasional,1,hari raya idul fitri,2,hari raya nyepi,1,Hasta Brata,1,herbal,3,Hersubeno Arief,39,hidrologi,2,hidroteknik,1,hidung pesek,1,hidup sehat,1,Hikmah,25,himpunan mahasiswa islam,5,Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI),1,hindu,1,hindu tamil,1,hmi,5,Hoax,6,hodrometeorologi,1,Honorable Mention dari Komite Sustainable Award (STA),1,hotel grand cempaka,1,hujan,1,hujan malam malam,1,Hukum,10,hukum zakat,1,Humor,7,humor gus dur,1,ibadah haji,1,ibu,1,ibu hami,1,Ibu Kota,1,idul adha,1,idul fitri,3,ihya ulumuddin,1,Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI),1,ikatan doketer indonesia (idi),3,ikatan sarjana nahdlatul ulama (isnu),2,iklan,1,imam al ghazali,1,imunitas,1,inalum,1,indigofera,1,indo barometer,1,indobarometer,1,Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019,1,industri,1,industri pengolahan,1,Info Pangan Murah September 2019,1,infografis,27,Informasi,19,Inspiratif,15,Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),1,Institut Harkat Negeri,3,institut harkat negeri (ihn),1,Institut Media Sosial dan Diplomasi,1,Institut Teknologi Bandung (ITB),1,internasional,6,Internasional Book Fair (IIBF),1,investasi,1,ir soekarno,1,iran,1,istri,1,Iwan Samariansyah,1,jahe,1,Jakarta Aman,1,jakarta banjir,7,jakarta lockdown,2,jakarta macet,1,Jakarta Muharam Festival,6,jakarta pusat,1,jakarta ramah sepeda,1,jakarta tanggap darurat bencana,2,jakarta timur,1,jakarta tourism forum (jtf),4,Jakarta Urban Kampung Conference 2019,1,Jakbee,1,jakpreneur,1,jamaah tabligh,2,jamu,1,jamus kalimasada,1,Jantu Sukmaningtyas,3,jaringan gusdurian,4,Jawa,3,Joker,1,joko pekik,1,Jokowi,49,Jurnalistik,1,Kabinet Indonesia Maju,4,Kampus,6,kandank warak,2,kapitalisme,1,karl marx,1,Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU),2,Kartu Jakarta Pintar (KJP),1,kartu prakerja,3,kartu sembako,1,kawasan monas,2,kawasan perkotaan,1,kearifan lokal,1,Kebakaran,6,kebangkrutan negara,1,kebersihan,1,kebudayaan,2,kecerdasan,1,kekerasan anak,1,kelana siwi,1,kelenteng ancol,1,keluarga,3,kemacetan,2,kematian,1,Kementerian Agama,4,kementerian keuangan,1,kementerian luar negei (kemenlu) ri,1,kementerian pendidikan dan kebudayaan,3,kementerian pupr,1,kementerian riset dan teknologi (kemenristek),1,kementrian agama,1,Kemiskinan,2,Kepemimpinan,2,kepiting saos padang,1,kepulauan seribu,3,Kerajinan,1,Keraton Agung Sejagat,1,Kesehatan,24,kesehatan gigi,1,kesejahteraan penduduk,1,Kesenian,8,ketahanan pangan,5,ketua mpr ri,1,ketupat,1,keuangan,2,kh hasyim asyari,1,kh sholahuddin wahid,1,kh. ahmad dahlan,1,KH. Hasyim Asyari,1,KH. Maimun Zubair,1,KH. Maruf Amin,1,Khazanah,46,Khilafah,1,khoirul hidayat,1,ki ageng selo,1,ki hajar dewantara,1,Kisah,14,kisah suskses,1,kitab maulid al barzanji,1,kolang kaling,1,Kolom,326,Kolonel Hendi Suhendi,1,Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia,1,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),7,Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),2,Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),1,Komunikonten,2,komunis,1,Komunitas Film,1,Komunitas Kaligawe,1,komunitas sepeda,1,kongres hmi ke XXXII,1,kongres umat islam,1,koperasi,2,korea utara,1,Korupsi,5,koruptor,1,krisis ekonomi,5,krisis indonesia,2,ktp elektronik,1,Kue,2,kuliah daring,2,Kuliner,9,kurikulum,1,Lampion,1,lazisnu jateng,1,lebaran,1,Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (LAZIS),2,Lenong Betawi,1,lepat,1,lesbumi,1,lesbumi nu grobogan,1,libur sekolah,1,Lifestyle,64,limbah,1,Limbah Kertas,1,Lingkungan Hidup,13,Literasi,3,Literasi Media,1,lockdown,13,logika,1,Lomba Baca Puisi,2,lombok,1,lpmk banjardowo,1,lpmk semarang,1,luhut pandjaitan,3,lukisan,1,Lukman Hakim Hasan,6,lukman wibowo,3,Lukni An Nairi,9,lutfi bashori,1,mafia minyak,1,Mahasiswa,9,Mahatma Gandhi,1,mahfud md,3,majelis nasional kahmi,1,majelis taklim bahrul ulum,1,Majelis Ulama Indonesia (MUI),6,Makanan,5,malam nisfu syaban,2,Malam Tahun Baru,1,malang,1,maneken,1,Mardigu Wowiek,1,marhaban ya ramadan 2020,1,marketeers,1,Masjid,4,masjid agung sunda kelapa,1,masjid cut meutia,1,masker,4,matematika,1,may day,1,Media Sosial,7,megawati,1,melati air,1,meme,1,Menteri Agama,1,menteri kesehatan,1,menteri keungan,2,menteri koperasi dan ukm,1,merapi,1,merapi erupsi,1,milad hmi ke-73,2,milenial,2,mimbar virtual,5,mitigasi bencana,1,Mobil Esemka,1,Mobil Listrik,1,moda raya terpadu (mrt),1,moderasi agama,1,mohammad natsir,1,monas,2,moral hazard,1,muatan lokal,1,muda melawan semarang,1,mudik,2,muhammad chozin,6,muhammad iqbal,1,Muhammad Natsir,1,muhammad said didu,4,Muhammad Syahrur,1,muhammadiyah,3,Muharram,6,multikultural,1,Museum,1,Musik,3,Musik Klasik,2,musik religi,1,Muslim United,1,mw kahmi,1,Nabi Muhammad Saw,1,nabi musa,1,Nadiem Makarim,4,Nadirsyah Hosen,1,Nahdlatul Ulama (NU),7,najwa shihab,2,nana akufo addo,1,nasi goreng,1,nasional,104,nasionalisme,1,Natal,1,nelson mandela,1,Neraca Pembayaran Indonesia (NPI),1,neraca transaksi berjalan,1,new normal,16,News,585,ngabuburit,1,ngehits,3,ngopi,1,ningsih tinampi,1,nissa sabyan,2,nitizen,1,novel,1,novel baswedan,5,nu kota semarang,2,nu peduli covid-19,1,nurfadilah,1,nutrisi ikan,1,nuzulul quran,1,nyadran,1,ojek online,2,Olah raga,3,oligarki,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,omnibus law,3,Opini,110,orang orang maneken,1,organisasi kesehatan dunia (who),1,ott kpk,1,pagar nusa,1,paguyuban pedagang warteg,1,Pajak,2,pancasila,2,pandemi covid-19,12,Panel Surya,1,panembahan reso,1,pangan,4,panglima komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban,1,pantai tugulufa,1,Papua,8,parenting,2,partai amanat nasional (PAN),1,partai demokrasi indonesia perjuangan (pdip),5,Partai Gerindra,3,partai kebangkitan bangsa,4,Partai Nasdem,1,Partai Persantuan Pembangunan,1,partai politik,2,Partai Solidaritas Indonesia (PSI),1,paru-paru,1,pasar kaget,1,PD Dharma Jaya,2,Peci,1,Pedagang Kaki Lima (PKL),1,pegawai negeri,1,pekerja seni,2,pelajar jakarta,1,Pelantikan Presiden,1,pelayanan publik,1,pemakaman jenazah covid-19,2,pemakzulan presiden,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,pembatasan sosial berskala besar (psbb),16,pemilu 2024,1,pemimpin profetik,1,pemkot jakarta barat,1,Pemprov DKI Jakarta,5,pemuda pancasila,1,pemutusan hubungan kerja (phk),2,pendapatan negara,1,Pendidikan,54,pendidikan agama islam,1,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),6,pendidikan esensialisme,1,pendidikan islam,1,pendidikan progresivisme,2,pendidikan seks,1,pendidikan sosialis,1,pendidikan usia dini,1,pendidikan virtual,1,penggali kubur,1,pengganguran dki jakarta,1,pengobatan alternatif,1,penguasa politik,1,penimbun masker,1,penimbun masker di tangkap,1,penyair,1,penyakit hati,1,penyakit masyarakat,1,pepatah jawa,1,perbankan,5,perhutani,1,perikanan,1,perizinan,1,perkiraan cuaca,1,perpustakaan,2,persaudaraan alumni 212,1,personal branding,1,pertamina,1,pertumbuhan ekonomi,2,perumda pasar jaya,1,petruk,1,petruk dadi ratu,1,physical distancing,1,pilkades kendal,1,pilwakot semarang,2,piter abdullah,1,pkb kota semarang,11,pkk,1,planetarium jakarta,1,polda jateng,1,Poligami,2,Polisi,3,Politik,28,polri,1,pondok modern gontor,1,pondok modern tazakka,1,Pondok Pesantren,7,pondok pesantren al fatah temboro,1,Pondok Pesantren Sidogiri,1,Pop Culture,1,portofolio,1,posko nu peduli,1,posko tanggap darurat,1,Prabowo Subianto,4,Prank,1,Prasidatama,1,Presiden,2,presiden ghana,1,presiden xi jinping,1,prie gs,1,pro demokrasi (prodem),1,produk domestik bruto (PDB),1,Prof. Dr. Aliyah Alganis Rasyid Baswedan,1,program padat karya tunai,2,psikologi,1,pt food station tjipinang jaya,1,PT Jiwasraya,4,pt pembangunan jaya ancol,1,puan nusantara,3,puasa,8,puasa ramadan,3,Puisi,33,puisi patidusa,1,puji hartoyo,1,pulang kampung,1,pulau jawa,1,punakawan,1,purbalingga,1,puskesmas,1,putri nur wijayanti,20,Quotes,1,quraish shihab,1,ra kartini,1,Radikal Islam,1,Raja Keraton Agung Sejagat,1,rak buku,1,ramadan,12,rapid test,1,rasio defesit apbn,2,rasio pajak,1,rasio utang,4,Redaksi,2,refly harun,1,reformasi,3,Reklamasi,2,relawan gugus tugas covid-19,3,Resep Masakan,1,Resesi,9,resesi ekonomi,1,restoran,1,Reuni 212,4,revitalisasi kawasan monas,1,revitalisasi tim,1,revolusi,1,revolusi sosial,1,rindu biru,1,risma,1,riza patria,3,rob,1,Rocky Gerung,4,rofandi hartanto,5,Rokok,1,roni hidayat,1,rptra krendang,1,Ruang Baca Jakarta,1,Ruang Ketiga Jakarta,1,Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA),1,ruangguru,2,rumah buku,1,rumah sakit darurat corona virus,1,ruu haluan ideologi pancasila (hip),1,saat suharto,1,saat suharto amjad,1,sajak sekolah,1,salman dianda anwar,4,Sam Po Kong,1,samin surasentika,1,Sampah,4,sanatana dharma,1,santiga seafood,1,Santri,3,sarah keihl,1,Sastra,34,sate kuah pontianak,1,satpol pp,2,satu dekade gus dur,1,Sayembara Desain,1,sekolah,2,Sekolah Aman Asap,1,sekolah menengah kejuruan (smk),1,sekolah online,1,selempang wisuda,1,semarang hebat sodri,1,sembako,5,seni,3,seniman,3,Sepak Bola,1,Septic Tank,1,Sertifikat Tanah,1,shalat idul fitri,2,sigit dwi saputro,2,silaturahim virtual,1,silaturahmi digital,1,simpul indonesia,1,Singapore Institute of Planners (SIP) Awards 2019,1,Singkong,1,siti khadijah,3,skripsi,1,smait insan cendekia madani,1,smp bakti mulya 400,1,social distancing,2,Soeharto,1,solidaritas,1,Sosok,4,Sri Bintang Pamungkas,1,sri mulyani,8,stay at home,2,sudirman said,1,Sumpah Pemuda,1,Sunan Kalijaga,3,surat izin keluar masuk (sikm),2,surat utang,2,suryadi nomi,4,Susilo Bambang Yudhoyono,1,susu,1,syahrul efendi dasopang,1,syakir daulay,1,syekh abdul qadir al jilani,1,syiah,1,Tafsir,3,tahu gejrot,1,Tahun Baru Islam,1,taipan,1,Taman Impian Jaya Ancol,5,tamsil linrung,2,tan malaka,1,tanaman,3,tandon beras,1,tarekat cinta,1,Tari,2,Tasawuf,3,tatak ujiyati,39,teater,2,teater anak,1,teha edy djohar,1,Teknologi,3,telekomunikasi,1,tenaga medis,3,tendensi kesenian,1,Tentara Nasional Indonesia (TNI),1,terminal rawamangun,1,Terorisme,1,teten masduki,1,The Wall Steet Journal,1,tim,1,tim gubernur untuk percepatan pembangunan (tgupp),1,tim transisi,1,tiongkok,1,tips,1,tito karnavian,1,tki,1,togel,3,togel semarang,2,Tony Rosyid,35,Topeng,1,Toto Santoso,1,toxic parent,1,trans jakarta,1,transaksi berjalan,2,transformasi fpi,1,transportasi,2,tsunami,1,Tumenggung Purbonagoro,1,Tumenggung Purbonegoro,1,tunjangan hari raya (thr),1,Turun Tangan,8,tvri,1,ubedilah badrun,4,uin walisongo semarang,1,ujian nasional (un),3,ular,1,ular sanca,1,umar bin khattab,2,umkm,1,Umroh,1,universitas al azhar mesir,1,Universitas Gajah Mada (UGM),2,Universitas Islam Indonesia (UII),1,universitas jenderal soedirman (unsoed) purwokerto,1,universitas trunojoyo madura,4,update covid-19,25,urban farming,2,urbanisasi,1,usaha,2,usaha mikro kecil (umk),1,usaha mikro kecil menengah (umkm),8,Ustadz Abdul Somad,1,utang indonesia,1,Utang Luar Negeri Indonesia,4,utang pemerintah,1,utsman bin affan,1,uu karantina kesehatan,1,ventilator pasien covid-19,1,video,34,virus corona,52,Wakaf,1,Wakaf Produktif,1,wakil gubernud dki jakarta,1,walikota jakarta,1,walikota semarang,1,walkot farm,1,waluyo suryadi,1,wanita jawa,1,Warak Semarang,1,Warak University,10,wardjito soeharso,1,warung kopi,1,wasiat allah,1,Wayang,5,wayang sadat,1,wedang ronde,1,whatshapp,1,wildan syukri niam,11,Wiranto,5,Wisata,8,Wisata Semarang,1,wisma atlet,2,wisuda online,1,work form home,2,ws rendra,2,Yaman,1,yanto,3,yanto phd,6,Youtube,5,yudian wahyudi,2,yusdi usman,4,zakat,2,zakat fitrah,3,zakat uang,1,zeng wei jian,1,Zodiak,1,Zuhud,3,Zulkifli Hasan,1,
ltr
item
BarisanNews - Media Barisan: Utang Pemerintah Bertambah Melebihi Defisit APBN
Utang Pemerintah Bertambah Melebihi Defisit APBN
Banyak pihak kaget atas rencana besarnya defisit dalam Perpres nomer 54 yang merivisi APBN 2020 pada awal April lalu.
https://1.bp.blogspot.com/-b6FsjORX7Iw/XnxEr0CrqII/AAAAAAAABhg/zTNU9eFf34wPDkfBQ3M6AVbkIChd8LKYACK4BGAsYHg/w400-h253/Awalil%2BRizky%2BBarisan%2BNews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-b6FsjORX7Iw/XnxEr0CrqII/AAAAAAAABhg/zTNU9eFf34wPDkfBQ3M6AVbkIChd8LKYACK4BGAsYHg/s72-w400-c-h253/Awalil%2BRizky%2BBarisan%2BNews.jpg
BarisanNews - Media Barisan
https://www.barisannews.com/2020/07/utang-pemerintah-bertambah.html
https://www.barisannews.com/
https://www.barisannews.com/
https://www.barisannews.com/2020/07/utang-pemerintah-bertambah.html
true
5480613612464417000
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy