Dongeng Utang (Bagian Satu)

Bagaimana dengan berutang atas nama negara atau sebagai pemerintah? Bisakah seperti para pengusaha besar yang sukses memanfaatkan utang?

Awalil Rizky

Oleh: Awalil Rizky
(kepala ekonom Institut Harkat Negeri)



Barisannews.com - Berutang merupakan hal biasa dalam kehidupan sehari-hari rumah tangga di Indonesia. Transaksi utang piutang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Bahkan tradisi arisan sebenarnya bersifat utang piutang. Mereka yang memperoleh lebih dahulu, berutang kepada yang belum dapat.

Para pengusaha lebih terbiasa lagi berutang. Tidak selalu karena kekurangan modal. Sebagian bisnis memang tata cara transaksinya bersifat utang piutang. Misalnya, pedagang membayar kemudian setelah barang dagangan yang dipasok kepadanya telah laku, atau ketika melampaui kurun waktu tertentu yang disepakati. Ada pula yang berutang senilai pasokan bahan, karena bisnis prosesnya demikian. 

Menariknya, pengusaha skala mikro kecil hanya sebagian yang memulai usaha bermodalkan utang. Biasanya setelah usaha mereka berjalan cukup baik, justru para pemberi utang yang menawarkan utang sebagai tambahan modal. Pengusaha berskala besar (korporasi) hampir selalu memulai usaha dengan utang, sekurangnya sebagian dari modal usaha itu. 

Tentu saja berutang bukan merupakan suatu masalah. Biasanya yang menjadi masalahnya adalah ketika harus membayarnya. Baik utang pokok ataupun bunganya. Sebagian rumah tangga kemudian terjerat utang. Sebagian pengusaha mikro kecil ketika sudah memperoleh utangan, menjadi terus berusaha agar mampu membayar utang. 

Bagaimana dengan pengusaha besar (korporasi)? Kebanyakan terus berutang, setelah usahanya berjalan. Namun kebanyakan mereka tidak terjerat utang. Bahkan, usahanya menjadi tumbuh kembang. 

Bagaimana dengan berutang atas nama negara atau sebagai pemerintah? Bisakah seperti para pengusaha besar yang sukses memanfaatkan utang? Atau malah seperti sebagian rumah tangga dan pengusaha mikro kecil yang terjerat utang sepanjang hidupnya?

Dalam hal adanya transaksi utang piutang serupa saja dengan rumah tangga dan dunia usaha. Semua negara atau pemerintah melakukannya. Indonesia sendiri telah punya tradisi cukup panjang dalam berutang, dan terus berlangsung hingga kini. 

Kumpeni VOC sebagai korporasi dahulu ternyata berutang terlampau banyak. Melebihi hasil eksploitasinya di Indonesia. Sebagian karena dikorupsi oleh oknum pengelola. VOC kemudian menjadi bangkrut, dan diambil alih oleh Pemerintah Belanda. Utang piutangnya turut diwariskan kepada pemerintahan Hindia Belanda.

Ketika Indonesia merdeka, ternyata Pemerintah Belanda berhasil memaksa pewarisan utangnya. Alasan utamanya semacam pembayaran karena sudah ada banyak asset. Diantaranya berupa berbagai bangunan, jalan, rel kereta api, Pelabuhan, dan infrastruktur pemerintahan. Dahulu yang membangun VOC dilanjut oleh pemerintah Hindia Belanda. 

Konperensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949 menyepakati adanya warisan utang sebesar 4,3 miliar gulden atau setara 1,13 miliar dolar Amerika kala itu. Soekarno terpaksa mengakui, namun semula tidak mau membayarnya. Selain alasan politik, memang pemerintah tak punya uang. Untuk mengelola negara baru saja sudah pontang-panting kekurangan uang. 

Bahkan, Soekarno dan beberapa pemerintahan era parlementer terpaksa berutang. Sebagai negara baru, perekonomian Indonesia justru terbebani kondisi sarana dan prasarana produksi yang mengalami kerusakan berat sebagai dampak selama masa perang (1945-1949). Birokrasi pemerintahan yang sebagiannya warisan penjajah, masih dalam proses pembenahan dan belum berjalan baik.

Sumber utang yang berasal dari dalam negeri tentu saja belum tersedia memadai. Mayoritas rakyat masih bersikutat dengan kemiskinan. Ada beberapa pengusaha kaya, namun belum mencapai level yang mampu mengutangi pemerintah dalam jumlah besar. Hibah dari negara-negara yang bersimpatik ketika awal kemerdekaan pun tidak memadai, dan lambat laun dihentikan.

Berutang dalam nilai yang cukup besar hanya dimungkinkan kepada pihak luar negeri. Uniknya, sikap Soekarno-Hatta terhadap utang luar negeri bisa dikatakan mendua. 

Di satu sisi, mereka menyadari bahwa utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan sangat dibutuhkan. Belum sampai pada ide dipakai agar negara menjadi negara kaya. Baru pada soal perlu dana untuk memperbaiki taraf kesejahteraan rakyat dan memperbaiki infrastrktur yang rusak karena perang. Padahal, rakyat yang hidupnya telah terpuruk karena kolonialisme berharap antusias kepada pemerintahan negara merdeka. 

Di sisi lain, Soekarno-Hatta bersikap waspada terhadap kemungkinan penggunaan utang luar negeri sebagai sarana kembalinya kolonialisme. Semangat kemerdekaan masih amat kental, sehingga mereka peka dalam masalah yang berkaitan dengan kedaulatan Indonesia. Suasana ini juga mewarnai dinamika parlemen, sekalipun terdiri dari banyak partai dengan latar idelogis berbeda. Akibatnya, persyaratan yang ketat ditetapkan dalam setiap perundingan utang kepada pihak luar negeri. 

Bagaimanapun, transaksi berutang kepada pihak luar negeri akhirnya terjadi. Sampai akhir tahun 1950-an, dilaporkan adanya arus utang baru sekitar USD 3,8 miliar. Setelah itu, terjadi fluktuasi posisi utang, seiring dengan sikap pemerintah yang cukup sering berubah terhadap pihak asing dalam soal modal dan utang. Tercermin pula dari separuh utang berasal dari negara-negara blok Timur kala itu. Sikap yang berubah-ubah itu antara lain dikarenakan kerapnya pergantian kabinet, disamping faktor Soekarno sebagai pribadi.

Secara teknis ekonomi, telah ada pelunasan utang dari sebagian hasil ekspor komoditi primer Indonesia. Ada pula penghapusan sebagian utang oleh kreditur, terutama dari negara-negara yang bersahabat, setidaknya dalam tahun-tahun tertentu. 

Ketika terjadi perpindahan kekuasaan kepada Soeharto, diwariskan lah utang luar negeri sekitar 2,36 miliar dolar. 

Secara sederhana dapat dikatakan selama era Soekarno dan era pemeritahan parlementer, utang negara bersifat terpaksa. Kondisinya seolah “utang atau mati”.

Dongeng bersambung...
Utang Negara Era Soeharto (Bagian Dua)

Baca:
Name

100 hari kerja,1,14 hari belajar di rumah,1,14 hari libur sekolah,3,7 Inisiatif Udara Bersih Jakata,1,abdullah hehamahua,1,Abu Nawas,2,adamas belva syah devara,2,Ade Armando,3,agraria,1,agung wibowo,1,agus edi santoso,1,Agus Lennon,1,Ahimsa,1,ahli distribusi pangan,2,ahli hidrologi,2,ahli pangan,1,ahmad supari,1,Ahmad Yani,1,Ahok,4,air hujan,1,air putih,1,aisyah istri rasulullah,2,aksi cepat tanggap (act_ jakarta care line,1,aktivis,2,Aktivis Mahasiswa 1977-1978,1,Aktual,989,akuntabilitas penanganan covid-19,1,al barzanji,1,al ghazali,3,Al-Ghazali,1,alat pelindung diri (apd),4,aldi m alizar,1,ali bin abi thalib,3,alienasi,2,alissa wahid,4,Alumni UGM,2,amalan rasulullah,2,amerika serikat,2,amin rais,1,anak,1,anak buah kapal (abk),1,Anak yatim,2,ananta damarjati,9,anatasia wahyudi,46,andi taufan garuda putra,2,Angkringan,12,angkutan publik,1,Anies Baswedan,150,anthony budiawan,3,Anugerah Jurnalistik,1,apbn,4,aplikasi,1,aplikasi ruangguru,1,Artikel,31,Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI),1,asyariyyah,1,Atta Halilintar,2,Awalil Rizky,52,Babay Parid Wazdi,3,bada kupat,1,Badan Amil Zakat Nasional (Baznas),3,badan pembina ideologi pancasila (bpip),2,badan penyelenggara jaminan sosial (bpjs) kesehatan,1,Badan Usaha Milik Negara (BUMN),5,bahrul ulum,1,Balai Bahasa Jawa Tengah,1,bambang soesatyo,1,bandara halim perdanakusuma,1,bandit,1,banjir,13,banjir demak,1,banjir jakarta,6,banjir surabaya,1,Bank DKI,1,bank dki jakarta,5,bank indonesia,2,Bank Sampah,1,bank syariah,1,Banser,1,bantuan sosial (bansos),6,Barisan Jabar,1,Barisan Jateng,39,Barisan Jatim,3,Barisan Jogja,7,barisan kalimantan,1,Barisan News,1,barisan nusantaa,3,Barisan Nusantara,12,barisan nusantara muda menanam,2,barisan nusantara solo,1,Basket,1,batik semarang 16,1,Baznas (Bazis) DKI Jakarta,9,bekerja di rumah,3,belajar bahasa inggris,1,belajar dari rumah,1,belajar di rumah,1,beta wijaya,11,Betawi,4,bhima yudistira,1,binahong,1,biografi,1,Bioskop Rakyat,1,BJ Habibie,6,buah,1,Budaya,18,buku,1,bulan syaban,2,Bundaran HI,1,bung hatta,1,bunga telang,1,bus akap,1,bus feeder semarang,1,busthomi rifai,5,buya hamka,1,buya yahya,1,Buzzer,7,cabai,1,Cak Nun,2,calon presiden 2020,1,capres 2024,2,Car Free Day (CFD),1,cebong,1,Cerpen,2,Cheng Ho,1,choi pan goreng,1,Christmas Carol,1,cibubur,1,Cinta,1,cipete selatan,1,City 4.0,1,covid-19,106,CPNS,1,cuaca ekstream,1,cuci tangan,1,cukong partai,1,current account,1,daerah,96,dana haji,2,danarto,1,darurat sipil,1,das serayu,1,daun sirih,1,demak,1,Demonstrasi,2,denny ja,1,Denny Siregar,2,Dewan Kesenian,3,dewan kesenian jakarta,1,Dewan Kesenian Semarang,1,dewan masjid indonesia,1,Dewan Pengupahan,1,dewan perwakilan daerah (dpd),1,dialektika,1,dinas bina marga,1,dinas kebudayaan,1,dinas pendidikan,1,dinas sosial,1,Disabilitas,1,Disertasi,2,disinfeksi,2,disinfektan,4,diskusi online,1,ditjen pendidikan islam,1,Djarum Foundation,1,dki jakarta,19,Doa,4,dokter,1,donald trump,1,dongeng utang,3,dprd dki jakarta,3,DPRD Jateng,1,dprd kota semarang,1,dr. sutrisno muslimin,3,drone,1,dua siklon tropis,1,E-Commerce,1,e-ktp,2,Edhie Prayitno Ige,1,Eko Tunas,8,ekonom jalanan,2,Ekonomi,75,ekonomi syariah,1,Entertainment,11,erich fromm,1,Esai,4,esensialisme,1,Fachrul Razi,2,fadjroel rachman,1,fakta,1,family farming,1,farid gaban,1,farouk abdullah alwyni,3,fasisme,1,fatimah,1,Felix Siau,1,Feminisme,1,Festival Teater,2,Film,4,Film The Santri,4,Filsafat,3,filsafat pendidikan,5,filsafat pendidikan islam,1,Flora dan Fauna 2019,1,flu,1,food station,1,forkompimko jakarta timur,1,formula e,1,forum honores kategori 2 indonesia (fhk21) pegawai honorer,1,Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),1,foto,13,fraksi pkb,1,Freeport,1,frijof capra,1,Front Pembela Islam (FPI),3,gamelan,1,Ganjar Pranowo,1,gaya hidup,9,Geisz Chalifah,13,gender,1,generasi milenial,1,Gerakan Ansor Peduli,1,gerakan nasional pengawal ulama,1,gerakan persaudaraan muslim indonesia (gpmi),1,gerakan turun tangan,2,Gereja di Karimun,1,Gereja Katolik Santo Joseph,1,gerhana matahari,1,gerhana matahari cincin,1,germas berkat,1,gojek,1,gopay,1,gosok gigi,1,Gowes,2,Gowes Bareng Anies,2,GP Ansor,4,grab,1,gubernur dki jakarta,1,gugus tugas covid-19,1,Gundala,1,gunung merapi,1,guru,3,guru ngaji,1,gus baha,1,Gus Dur,5,Gus Mus,2,Gus Muwafiq,1,gus sholah,1,gus windu el hasmary,1,gusdurian,2,Habib Luthfi bin Yahya,1,hadits,3,haji,3,hand sanitizer,1,Hari Antikorupsi,1,hari buku nasional,1,hari buruh,1,hari lahir pancasila,1,hari peduli sampah nasional,1,hari pendidikan nasional (hardiknas),1,Hari Pohon Sedunia,1,hari puisi nasional,1,hari raya idul fitri,2,hari raya nyepi,1,Hasta Brata,1,herbal,3,Hersubeno Arief,39,hidrologi,2,hidroteknik,1,hidung pesek,1,hidup sehat,1,Hikmah,25,himpunan mahasiswa islam,5,Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI),1,hindu,1,hindu tamil,1,hmi,5,Hoax,6,hodrometeorologi,1,Honorable Mention dari Komite Sustainable Award (STA),1,hotel grand cempaka,1,hujan,1,hujan malam malam,1,Hukum,10,hukum zakat,1,Humor,7,humor gus dur,1,ibadah haji,1,ibu,1,ibu hami,1,Ibu Kota,1,idul adha,1,idul fitri,3,ihya ulumuddin,1,Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI),1,ikatan doketer indonesia (idi),3,ikatan sarjana nahdlatul ulama (isnu),2,iklan,1,imam al ghazali,1,imunitas,1,inalum,1,indigofera,1,indo barometer,1,indobarometer,1,Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019,1,industri,1,industri pengolahan,1,Info Pangan Murah September 2019,1,infografis,27,Informasi,19,Inspiratif,15,Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),1,Institut Harkat Negeri,3,institut harkat negeri (ihn),1,Institut Media Sosial dan Diplomasi,1,Institut Teknologi Bandung (ITB),1,internasional,6,Internasional Book Fair (IIBF),1,investasi,1,ir soekarno,1,iran,1,istri,1,Iwan Samariansyah,1,jahe,1,Jakarta Aman,1,jakarta banjir,7,jakarta lockdown,2,jakarta macet,1,Jakarta Muharam Festival,6,jakarta pusat,1,jakarta ramah sepeda,1,jakarta tanggap darurat bencana,2,jakarta timur,1,jakarta tourism forum (jtf),4,Jakarta Urban Kampung Conference 2019,1,Jakbee,1,jakpreneur,1,jamaah tabligh,2,jamu,1,jamus kalimasada,1,Jantu Sukmaningtyas,3,jaringan gusdurian,4,Jawa,3,Joker,1,joko pekik,1,Jokowi,49,Jurnalistik,1,Kabinet Indonesia Maju,4,Kampus,6,kandank warak,2,kapitalisme,1,karl marx,1,Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU),2,Kartu Jakarta Pintar (KJP),1,kartu prakerja,3,kartu sembako,1,kawasan monas,2,kawasan perkotaan,1,kearifan lokal,1,Kebakaran,6,kebangkrutan negara,1,kebersihan,1,kebudayaan,2,kecerdasan,1,kekerasan anak,1,kelana siwi,1,kelenteng ancol,1,keluarga,3,kemacetan,2,kematian,1,Kementerian Agama,4,kementerian keuangan,1,kementerian luar negei (kemenlu) ri,1,kementerian pendidikan dan kebudayaan,3,kementerian pupr,1,kementerian riset dan teknologi (kemenristek),1,kementrian agama,1,Kemiskinan,2,Kepemimpinan,2,kepiting saos padang,1,kepulauan seribu,3,Kerajinan,1,Keraton Agung Sejagat,1,Kesehatan,24,kesehatan gigi,1,kesejahteraan penduduk,1,Kesenian,8,ketahanan pangan,5,ketua mpr ri,1,ketupat,1,keuangan,2,kh hasyim asyari,1,kh sholahuddin wahid,1,kh. ahmad dahlan,1,KH. Hasyim Asyari,1,KH. Maimun Zubair,1,KH. Maruf Amin,1,Khazanah,46,Khilafah,1,khoirul hidayat,1,ki ageng selo,1,ki hajar dewantara,1,Kisah,14,kisah suskses,1,kitab maulid al barzanji,1,kolang kaling,1,Kolom,326,Kolonel Hendi Suhendi,1,Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia,1,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),7,Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),2,Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),1,Komunikonten,2,komunis,1,Komunitas Film,1,Komunitas Kaligawe,1,komunitas sepeda,1,kongres hmi ke XXXII,1,kongres umat islam,1,koperasi,2,korea utara,1,Korupsi,5,koruptor,1,krisis ekonomi,5,krisis indonesia,2,ktp elektronik,1,Kue,2,kuliah daring,2,Kuliner,9,kurikulum,1,Lampion,1,lazisnu jateng,1,lebaran,1,Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (LAZIS),2,Lenong Betawi,1,lepat,1,lesbumi,1,lesbumi nu grobogan,1,libur sekolah,1,Lifestyle,64,limbah,1,Limbah Kertas,1,Lingkungan Hidup,13,Literasi,3,Literasi Media,1,lockdown,13,logika,1,Lomba Baca Puisi,2,lombok,1,lpmk banjardowo,1,lpmk semarang,1,luhut pandjaitan,3,lukisan,1,Lukman Hakim Hasan,6,lukman wibowo,3,Lukni An Nairi,9,lutfi bashori,1,mafia minyak,1,Mahasiswa,9,Mahatma Gandhi,1,mahfud md,3,majelis nasional kahmi,1,majelis taklim bahrul ulum,1,Majelis Ulama Indonesia (MUI),6,Makanan,5,malam nisfu syaban,2,Malam Tahun Baru,1,malang,1,maneken,1,Mardigu Wowiek,1,marhaban ya ramadan 2020,1,marketeers,1,Masjid,4,masjid agung sunda kelapa,1,masjid cut meutia,1,masker,4,matematika,1,may day,1,Media Sosial,7,megawati,1,melati air,1,meme,1,Menteri Agama,1,menteri kesehatan,1,menteri keungan,2,menteri koperasi dan ukm,1,merapi,1,merapi erupsi,1,milad hmi ke-73,2,milenial,2,mimbar virtual,5,mitigasi bencana,1,Mobil Esemka,1,Mobil Listrik,1,moda raya terpadu (mrt),1,moderasi agama,1,mohammad natsir,1,monas,2,moral hazard,1,muatan lokal,1,muda melawan semarang,1,mudik,2,muhammad chozin,6,muhammad iqbal,1,Muhammad Natsir,1,muhammad said didu,4,Muhammad Syahrur,1,muhammadiyah,3,Muharram,6,multikultural,1,Museum,1,Musik,3,Musik Klasik,2,musik religi,1,Muslim United,1,mw kahmi,1,Nabi Muhammad Saw,1,nabi musa,1,Nadiem Makarim,4,Nadirsyah Hosen,1,Nahdlatul Ulama (NU),7,najwa shihab,2,nana akufo addo,1,nasi goreng,1,nasional,104,nasionalisme,1,Natal,1,nelson mandela,1,Neraca Pembayaran Indonesia (NPI),1,neraca transaksi berjalan,1,new normal,16,News,585,ngabuburit,1,ngehits,3,ngopi,1,ningsih tinampi,1,nissa sabyan,2,nitizen,1,novel,1,novel baswedan,5,nu kota semarang,2,nu peduli covid-19,1,nurfadilah,1,nutrisi ikan,1,nuzulul quran,1,nyadran,1,ojek online,2,Olah raga,3,oligarki,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,omnibus law,3,Opini,110,orang orang maneken,1,organisasi kesehatan dunia (who),1,ott kpk,1,pagar nusa,1,paguyuban pedagang warteg,1,Pajak,2,pancasila,2,pandemi covid-19,12,Panel Surya,1,panembahan reso,1,pangan,4,panglima komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban,1,pantai tugulufa,1,Papua,8,parenting,2,partai amanat nasional (PAN),1,partai demokrasi indonesia perjuangan (pdip),5,Partai Gerindra,3,partai kebangkitan bangsa,4,Partai Nasdem,1,Partai Persantuan Pembangunan,1,partai politik,2,Partai Solidaritas Indonesia (PSI),1,paru-paru,1,pasar kaget,1,PD Dharma Jaya,2,Peci,1,Pedagang Kaki Lima (PKL),1,pegawai negeri,1,pekerja seni,2,pelajar jakarta,1,Pelantikan Presiden,1,pelayanan publik,1,pemakaman jenazah covid-19,2,pemakzulan presiden,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,pembatasan sosial berskala besar (psbb),16,pemilu 2024,1,pemimpin profetik,1,pemkot jakarta barat,1,Pemprov DKI Jakarta,5,pemuda pancasila,1,pemutusan hubungan kerja (phk),2,pendapatan negara,1,Pendidikan,54,pendidikan agama islam,1,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),6,pendidikan esensialisme,1,pendidikan islam,1,pendidikan progresivisme,2,pendidikan seks,1,pendidikan sosialis,1,pendidikan usia dini,1,pendidikan virtual,1,penggali kubur,1,pengganguran dki jakarta,1,pengobatan alternatif,1,penguasa politik,1,penimbun masker,1,penimbun masker di tangkap,1,penyair,1,penyakit hati,1,penyakit masyarakat,1,pepatah jawa,1,perbankan,5,perhutani,1,perikanan,1,perizinan,1,perkiraan cuaca,1,perpustakaan,2,persaudaraan alumni 212,1,personal branding,1,pertamina,1,pertumbuhan ekonomi,2,perumda pasar jaya,1,petruk,1,petruk dadi ratu,1,physical distancing,1,pilkades kendal,1,pilwakot semarang,2,piter abdullah,1,pkb kota semarang,11,pkk,1,planetarium jakarta,1,polda jateng,1,Poligami,2,Polisi,3,Politik,28,polri,1,pondok modern gontor,1,pondok modern tazakka,1,Pondok Pesantren,7,pondok pesantren al fatah temboro,1,Pondok Pesantren Sidogiri,1,Pop Culture,1,portofolio,1,posko nu peduli,1,posko tanggap darurat,1,Prabowo Subianto,4,Prank,1,Prasidatama,1,Presiden,2,presiden ghana,1,presiden xi jinping,1,prie gs,1,pro demokrasi (prodem),1,produk domestik bruto (PDB),1,Prof. Dr. Aliyah Alganis Rasyid Baswedan,1,program padat karya tunai,2,psikologi,1,pt food station tjipinang jaya,1,PT Jiwasraya,4,pt pembangunan jaya ancol,1,puan nusantara,3,puasa,8,puasa ramadan,3,Puisi,33,puisi patidusa,1,puji hartoyo,1,pulang kampung,1,pulau jawa,1,punakawan,1,purbalingga,1,puskesmas,1,putri nur wijayanti,20,Quotes,1,quraish shihab,1,ra kartini,1,Radikal Islam,1,Raja Keraton Agung Sejagat,1,rak buku,1,ramadan,12,rapid test,1,rasio defesit apbn,2,rasio pajak,1,rasio utang,4,Redaksi,2,refly harun,1,reformasi,3,Reklamasi,2,relawan gugus tugas covid-19,3,Resep Masakan,1,Resesi,9,resesi ekonomi,1,restoran,1,Reuni 212,4,revitalisasi kawasan monas,1,revitalisasi tim,1,revolusi,1,revolusi sosial,1,rindu biru,1,risma,1,riza patria,3,rob,1,Rocky Gerung,4,rofandi hartanto,5,Rokok,1,roni hidayat,1,rptra krendang,1,Ruang Baca Jakarta,1,Ruang Ketiga Jakarta,1,Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA),1,ruangguru,2,rumah buku,1,rumah sakit darurat corona virus,1,ruu haluan ideologi pancasila (hip),1,saat suharto,1,saat suharto amjad,1,sajak sekolah,1,salman dianda anwar,4,Sam Po Kong,1,samin surasentika,1,Sampah,4,sanatana dharma,1,santiga seafood,1,Santri,3,sarah keihl,1,Sastra,34,sate kuah pontianak,1,satpol pp,2,satu dekade gus dur,1,Sayembara Desain,1,sekolah,2,Sekolah Aman Asap,1,sekolah menengah kejuruan (smk),1,sekolah online,1,selempang wisuda,1,semarang hebat sodri,1,sembako,5,seni,3,seniman,3,Sepak Bola,1,Septic Tank,1,Sertifikat Tanah,1,shalat idul fitri,2,sigit dwi saputro,2,silaturahim virtual,1,silaturahmi digital,1,simpul indonesia,1,Singapore Institute of Planners (SIP) Awards 2019,1,Singkong,1,siti khadijah,3,skripsi,1,smait insan cendekia madani,1,smp bakti mulya 400,1,social distancing,2,Soeharto,1,solidaritas,1,Sosok,4,Sri Bintang Pamungkas,1,sri mulyani,8,stay at home,2,sudirman said,1,Sumpah Pemuda,1,Sunan Kalijaga,3,surat izin keluar masuk (sikm),2,surat utang,2,suryadi nomi,4,Susilo Bambang Yudhoyono,1,susu,1,syahrul efendi dasopang,1,syakir daulay,1,syekh abdul qadir al jilani,1,syiah,1,Tafsir,3,tahu gejrot,1,Tahun Baru Islam,1,taipan,1,Taman Impian Jaya Ancol,5,tamsil linrung,2,tan malaka,1,tanaman,3,tandon beras,1,tarekat cinta,1,Tari,2,Tasawuf,3,tatak ujiyati,39,teater,2,teater anak,1,teha edy djohar,1,Teknologi,3,telekomunikasi,1,tenaga medis,3,tendensi kesenian,1,Tentara Nasional Indonesia (TNI),1,terminal rawamangun,1,Terorisme,1,teten masduki,1,The Wall Steet Journal,1,tim,1,tim gubernur untuk percepatan pembangunan (tgupp),1,tim transisi,1,tiongkok,1,tips,1,tito karnavian,1,tki,1,togel,3,togel semarang,2,Tony Rosyid,35,Topeng,1,Toto Santoso,1,toxic parent,1,trans jakarta,1,transaksi berjalan,2,transformasi fpi,1,transportasi,2,tsunami,1,Tumenggung Purbonagoro,1,Tumenggung Purbonegoro,1,tunjangan hari raya (thr),1,Turun Tangan,8,tvri,1,ubedilah badrun,4,uin walisongo semarang,1,ujian nasional (un),3,ular,1,ular sanca,1,umar bin khattab,2,umkm,1,Umroh,1,universitas al azhar mesir,1,Universitas Gajah Mada (UGM),2,Universitas Islam Indonesia (UII),1,universitas jenderal soedirman (unsoed) purwokerto,1,universitas trunojoyo madura,4,update covid-19,25,urban farming,2,urbanisasi,1,usaha,2,usaha mikro kecil (umk),1,usaha mikro kecil menengah (umkm),8,Ustadz Abdul Somad,1,utang indonesia,1,Utang Luar Negeri Indonesia,4,utang pemerintah,1,utsman bin affan,1,uu karantina kesehatan,1,ventilator pasien covid-19,1,video,34,virus corona,52,Wakaf,1,Wakaf Produktif,1,wakil gubernud dki jakarta,1,walikota jakarta,1,walikota semarang,1,walkot farm,1,waluyo suryadi,1,wanita jawa,1,Warak Semarang,1,Warak University,10,wardjito soeharso,1,warung kopi,1,wasiat allah,1,Wayang,5,wayang sadat,1,wedang ronde,1,whatshapp,1,wildan syukri niam,11,Wiranto,5,Wisata,8,Wisata Semarang,1,wisma atlet,2,wisuda online,1,work form home,2,ws rendra,2,Yaman,1,yanto,3,yanto phd,6,Youtube,5,yudian wahyudi,2,yusdi usman,4,zakat,2,zakat fitrah,3,zakat uang,1,zeng wei jian,1,Zodiak,1,Zuhud,3,Zulkifli Hasan,1,
ltr
item
BarisanNews - Media Barisan: Dongeng Utang (Bagian Satu)
Dongeng Utang (Bagian Satu)
Bagaimana dengan berutang atas nama negara atau sebagai pemerintah? Bisakah seperti para pengusaha besar yang sukses memanfaatkan utang?
https://1.bp.blogspot.com/-b6FsjORX7Iw/XnxEr0CrqII/AAAAAAAABhg/zTNU9eFf34wPDkfBQ3M6AVbkIChd8LKYACK4BGAsYHg/w400-h253/Awalil%2BRizky%2BBarisan%2BNews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-b6FsjORX7Iw/XnxEr0CrqII/AAAAAAAABhg/zTNU9eFf34wPDkfBQ3M6AVbkIChd8LKYACK4BGAsYHg/s72-w400-c-h253/Awalil%2BRizky%2BBarisan%2BNews.jpg
BarisanNews - Media Barisan
https://www.barisannews.com/2020/06/dongeng-utang-bagian-satu.html
https://www.barisannews.com/
https://www.barisannews.com/
https://www.barisannews.com/2020/06/dongeng-utang-bagian-satu.html
true
5480613612464417000
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy